Museum Surabaya

Free

Add to wishlistAdded to wishlistRemoved from wishlist 0
Add to compare
Sold by
@ andik kediri

Tempat wisata museum surabaya untuk melihat sejarah perkembangan kota Surabaya serai jaman dulu, zaman belanda, hingga saat ini.

Museum Surabaya

Untuk mengunjungi Siola Museum surabaya, tidaklah susah karena berada di Gedung Siola yang berdiri tahun 1877 dengan koleksi benda bersejarah kota Surabaya sebagai saksi perkembangan kota Surabaya. Sobat Jelajah dapat dengan mudah menemukan Gedung Siola berdiri di pojok perempatan Jl. Tunjungan, Jl, Praban, Jl. Genteng Kali, dan Jl. Gemblongan.

Sekitar museum Surabaya di Jl. Tunjungan

Sepanjang Jl. Tunjungan Sobat Jelajah dapat melakukan swafoto atau selfie, disana banyak gedung tua peninggalan Belanda yang dapat mengajak sobat jelajah kembali ke jaman Surabaya tempo dulu, yang merupakan saksi bisu perjuangan arek-arek Suroboyo melawan penjajah Belanda dan Inggris, serta aksi heroik arek-arek Surabaya merobek Bendera Belanda Merah Putih Biru di Hotel Orange atau Hotel Yamato, yang sekarang menjadi Hotel Majapahit yang tidak jauh dari Gedung Siola tempat Museum Surabaya berada di sekitaran Jl. Tunjungan.

Jl. Praban

Di dalam Gedung Siola selain terdapat Museum Surabaya, terdapat Sentra UKM pusat oleh-oleh khas Surabaya, sepanjang Jl Tunjungan terdapat pusat oleh-oleh jajanan khas Surabaya, yang membuat sobat Jelajah dapat berbelanja oleh-oleh makanan, kue dan jajanan khas Surabaya. Selain pusat jajanan tidak jauh dari Museum Surabaya tepatnya di Jl Praban, berjejer toko tas dan sepatu.

Jl. Gemblongan

Di jalan Gemblongan terdapat banyak toko furniture mebel, dan perlengkapan kantor, jika terus ke selatan akan menemukan pusat Keramik, dan pusat perbelanjaan lainnya, bagi para sobat jelajah yang ingin membangun kantor perusahaannya, dapat membelinya disana,

Jl. Genteng Kali

Di kawasan Jl. genteng kali ada Gedung Cak Durasim, bagi sobat jelajah yang menyukai kesenian dapat nongkrong, dan melihat pementasan kesenian-kesenian khas jawa timur, serta dapat menikmati keindahan Sungai kalimas di sepanjang Jl. Gentengkali.

Sejarah Gedung Siola

Kita dapat melihat jejak Museum Surabaya di Gedung Siola dengan koleksi benda bersejarah, melalui dokumentasi milik Koninklijk Institute voor de Taal, Land-en Vokenkunde (KITLV), lembaga kerajaan Belanda di Leiden. Robert Laidlaw (1856-1935), pengusaha asal Inggris mendirikan Gedung Siola untuk menjadi pusat perdagangan dan bisnis, yang dibuka pertama kali pada bulan Maret tahun 1923 dengan nama “Whiteaway Laidlaw”.

Konon bangunan Whiteaway Laidlaw atau Gedung Siola menjadi gedung terindah dan paling kokoh se-Hindia Belanda, menjadi tempat favorit orang kelas menengah ke atas warga keturunan Belanda dan bangsawan di Surabaya, dan menjadi citra gaya hidup ningrat dan elitis, karena Gedung Siola menjadi tempat penjualan kebutuhan sandang dan pangan yang diimpor dari Inggris dan Eropa. Gedung Siola memajang tulisan Het Engelsche Warenhuis, yang berarti “toko serba ada” di bagian depannya.

Gedung Siola masa perang Dunia II

Saat Perang Dunia II. Pasukan Jepang mengambil alih Whiteaway Laidlaw di Surabaya dan dinamakan Chiyoda (sekarang menjadi merk lampu) yang lebih banyak menjual produk tas dan sepatu, sehingga saat ini sekeliling Museum Surabaya di Gedung Siola khususnya di Jalan Praban banyak toko yang menjual jenis produk tas dan sepatu.

Museum surabaya masa Kemerdekaan hingga sekarang.

Pada Tahun 1950-an, Pemerintahan Indonesia menasionalisasikan aset-aset asing dan Gedung Siola yang sekarang menjadi tempat koleksi benda bersejarah di Kota Surabaya menjadi hak milik Pemerintahan Kota Surabaya.

Koleksi Benda bersejarah di Museum Surabaya antara lain:

  • Foto Walikota Surabaya di tahun 1900 an sampai sekarang
  • Perabotan rumah tangga warga Surabaya
  • Koleksi alat musik Kuno
  • Koleksi kendaraan angkutan umum di Surabaya
  • Arsip catatan sipil dari jaman Belanda yang tersusun rapi

Sebelum menjadi menjadi Museum Surabaya, pada tahun 1960 an keatas, ada lima pengusaha yaitu Soemitro, Ing Wibisono, Ong, Liem dan Ang, berniat mengembalikan kejayaannya Bangunan ini sebagai pusat perdagangan terbesar di Surabaya. dengan mendirikan pertokoan SIOLA, yaitu perpaduan dari huruf depan kelima pengusaha tersebut, dan menjadi toko yang terkenal di Surabaya.

Seiring berdirinya mal-mal baru, eksistensi Siola meredup dan sekarang menjadi Museum Surabaya tempat koleksi benda bersejarah di Kota Surabaya, serta menjadi pusat pelayanan publik warga Surabaya.

User Reviews

0.0 out of 5
0
0
0
0
0
Write a review

There are no reviews yet.

Only logged in customers who have purchased this product may leave a review.

Vendor Information

  • No ratings found yet!
Added to wishlistRemoved from wishlist 2
Add to compare
Ground Handling – Mind, Body, Technique
Ground Handling – Mind, Body, Technique

Ground Handling – Mind, Body, Technique

Sold by
Rp100
Added to wishlistRemoved from wishlist 21
Add to compare
Blitar 1 hari tour
Blitar 1 hari tour

Blitar 1 hari tour

Sold by
From: Rp607
Added to wishlistRemoved from wishlist 0
Add to compare
Rina Susantri Tour Guide Pacitan
Rina Susantri Tour Guide Pacitan
Added to wishlistRemoved from wishlist 0
Add to compare
Fendi-Tour Guide Bali

Fendi-Tour Guide Bali

Sold by
From: Rp35
Added to wishlistRemoved from wishlist 8
Add to compare
North Italy tour by board on lakes
North Italy tour by board on lakes
Added to wishlistRemoved from wishlist 0
Add to compare
Sohib-Tour Guide Bali

Sohib-Tour Guide Bali

Sold by
From: Rp35

Product Enquiry

Free

Report Abuse
Add to wishlistAdded to wishlistRemoved from wishlist 0
Add to compare
Sold by
@ andik kediri
jelajahworld
Logo
Register New Account
Reset Password
Compare items
  • Total (0)
Compare
0
Shopping cart